Kasih Ibu Bersama Tempra Atasi Demam Pada Anak

Kasih Ibu Bersama Tempra Atasi Demam Pada Anak

Belum lagi bekas kulit gosong hilang akibat kelamaan main di pantai saat liburan kemarin, hari itu saya sudah mengemas lagi dengan rapih barang-barang bawaan wajib ke pantai atau ke pulau seperti; baju-baju salin dan renang untuk anak, suami dan saya, kaca mata renang, snorkel dan fin, serta tabir surya beserta ragam camilan yang sudah saya beli ketika belanja bulanan kemarin, dan untuk makanan berat akan saya beli nanti saat di perjalanan menuju ke dermaga. Rencananya pekan ini kami –saya, suami, anak-anak dan teman-teman- akan liburan ke Pulau lagi. Sudah sejak dua pekan yang lalu lembutnya pasir putih Pulau Samalona memanggil-manggil, beningnya air laut membuat rindu tidak dapat dibendung serta nikmatnya secangkir teh hangat dan pisang goreng dengan pemandangan langit dan laut yang biru selalu berputar-putar di kepala, apalagi anak-anak sudah sering menagih kapan ke pulau lagi. Namun diantara semua itu yang menjadi penting liburan ke Pulau Samalona adalah tidak akan membuat emak kere! Hehe…  

Pulau Samalona memang merupakan satu pilihan tempat liburan favorit keluarga saya dan teman-teman, bahkan sejak anak pertama saya lahir dan masih bayi, saya tak segan mengajaknya ke sana. Sebab selain biaya yang dikeluarkan tidak terlalu besar jika kami ke sana, jarak dari rumah menuju dermaga penyebrangan tidak terlalu jauh, waktu tempuh dengan kapal bermotor dari dermaga menuju pulau pun tidak terlalu lama, lebih kurang sekitar 20 hingga 35 menit saja. Apalagi memang, siapa sih yang bisa menolak pesona pulau cantik yang satu ini? Pulau kecil yang terletak di pantai sebelah barat Kota Makassar dan secara adminstratif pulau ini termasuk dalam wilayah Makassar, kecamatan Wajo.

Pulau Samalona dari atas perahu bermotor

Tapi siang itu harapan tentang liburan di Pulau Samalona sepertinya harus saya urungkan. Saya mendapati Zahra anak pertama saya tampak lesu sepulang sekolah, setelah makan siang dia hanya tiduran sambil membiarkan acara tv favoritnya berjalan begitu saja tanpa ditonton serta tidak mengacuhkan beberapa buku bacaan yang berserakan di dekatnya. Saya sempat bertanya dia kenapa? Tapi anak itu hanya diam memejamkan matanya. Dengan khawatir saya berusaha meraih tangannya, ternyata tangan mungil itu terasa hangat, cepat-cepat saya mengambil termometer dan mengukur suhu tubuhnya, benar saja termometer menunjukan pada angka 38,9 derajad! Sedih, khawatir, Si Anak demam… So, I’m sorry goodbye  Pulau Samalona, hiks.

Demam dan Penyebabnya

Ibu mana sih yang tidak khwatir ketika anaknya demam? Rasanya langsung gak mood ngapai-ngapain kalau Si Kecil demam, jangankan liburan, jajan ke warung saja rasanya juga gak oke! Beraat banget ninggalin anak. Terus apa sih Demam itu? Nah, Demam adalah keadaan ketika dimana kondisi suhu tubuh mengalami kenaikan di atas batas normal suhu tubuh pada umumnya. Demam merupakan bagian dari proses kekebalan tubuh yang sedang melawan infeksi akibat dari virus, bakteri atau parasit. Saya langsung merunut kejadian-kejadian beberapa waktu terakhir kalau saja saya melewatkan sesuatu pada Zahra hingga dia demam. Untuk makan sepertinya anak ini tidak pernah telat makan, flu pun dia tidak sedang mengalaminya, perasaan saya mengatakan mungkin karena kurang istirahat, sebab beberapa malam ke belakang saya melihat Zahra begitu sibuk melahap buku-buku bacaan barunya sehingga tidur agak larut untuk ukuran anak usia 7 tahun.

Rasanya sedih sekali melihat Zahra tertidur dengan lemas dan dalam kondisi demam seperti itu. Sebenarnya demam pada anak sudah pernah saya hadapi beberapa kali, tapi tetap saja rasa khawatir itu ada. Banyak faktor yang dapat membuat anak menjadi demam, dari faktor ringan seperti kurang istirahat hingga penyebab-penyebab lainnya yang cukup berat dan serius seperti infeksi saluran pernafasan atau infeksi virus lainnya. Yang pasti walaupun kekhawatiran itu ada, saya gak boleh panik -padahal sedikit panik karena gak bisa main ke pulau-

Dan biasanya jika anak demam hal pertama yang saya lakukan adalah memastikan beberapa hal berikut:

Memastikan Si Kecil memiliki waktu istirahat yang cukup. Ya, hal terbaik ketika anak terkena demam adalah tidur. Pada saat tidur otak akan mengeluarkan hormon yang dapat memicu pertumbuhan jaringan baru dan membuat pertahanan tubuh menjadi semakin baik. Dalam keadaan tidur itu pula sel darah putih yang dapat melawan virus dan bakteri diproduksi secara lebih oleh tubuh. Dulu ketika kecil dan saya demam, ibu saya juga menyuruh saya untuk tidur dan menemani saya setiap waktu hingga saya merasa nyaman sekali berada di pelukannya, sekarang saya baru tahu fungsi tidur ketika demam dan sebisa mungkin saya selalu ngelonin saat anak-anak saya juga tidur, apalagi ketika mereka sedang demam.

Cegah Dehidrasi. Pada saat demam anak akan mudah berkeringat, dengan mengkonsumsi air putih tentu saja dapat membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Biasanya sih jika sudah demam akan sangat sulit untuk meminta Si Kecil makan dan minum, sebab nafsu makan dan minumnya sudah pasti menurun. Jika seperti ini saya biasanya yang rajin memberi minum pada mereka, sedikit-sedikit dan lebih sering. Itu saya lakukan dengan target seberapa banyak air yang harus dihabiskan dalam jangka waktu tertentu.

Mengompres Anak. Selain membantu menurunkan demam, mengompres anak dapat membuatnya merasa lebih nyaman dan lebih segar. Ketika anak demam saya lebih sering bertanya langsung pada mereka apakah mereka lebih nyaman untuk dikompres atau tidak? Jika ingin dikompres maunya dikompres pake kompres gel pereda demam sekali pakai atau handuk basah dengan air hangat? Ternyata Si Kecil lebih memilih dengan kompres handuk dan air hangat pada dahi karena merasa lebih nyaman. Sedikit repot memang tapi saya juga sebenarnya sangat menikmati mengompres anak demam dengan handuk dan air hangat, sebab saya jadinya dapat lebih sering melakukan kontak dengan mereka. Ohya untuk mengompres anak pada saat demam sebaiknya gunakan air hangat yah, jika handuk sudah berubah suhunya menjadi lebih dingin, kita bisa merendamnya kembali dalam air hangat untuk digunakan lagi mengompres.

Gunakan Aromaterapi. Aromaterapi juga dapat membantu menurunkan demam pada anak yang sedang flu. Seringnya saya membubuhkan beberapa tetes minyak essential lavender pada diffuser dan meletakkannya di dalam kamar saat si kecil sedang tidur ketika mereka demam. Selain memberi efek santai, menurut beberapa referensi teman, hal ini dapat membantu meringankan demam pada anak.

Kenakan pakaian yang nyaman pada anak. Ya, kenakan pakaian yang nyaman untuk si kecil ketika demam, pakaian nyaman di sini adalah pakaian yang tipis dan tidak tebal, berbahan adem serta mudah menyerap keringat. Jika si kecil mengigil, saya akan menyelimutinya dengan selimut tipis. Ini membantunya menjadi lebih nyaman dalam beristirahat.

Berikan obat penurun demam yang terpercaya. Setiap keluarga dengan anak atau bayi sebaiknya menyediakan obat penurun demam yang aman dan terpercaya di rumah masing-masing. Untuk yang satu ini sudah saya lakukan sejak memiliki bayi pertama. Di rumah kami selalu ada obat penurun demam, dikonsumsi atau pun tidak. Biasanya setahun sekali saya akan memilah mana yang sudah mendekati tanggal kadaluarsa, diganti dengan yang baru atau membuangnya jika sudah pernah dikonsumsi namun tidak habis.

Inilah tugas ibu yang begitu mulia, menjadi seorang ibu itu harus selalu ada untuk anak terlebih dalam mendampingi tumbuh kembang mereka apalagi jika sedang demam atau anak sakit pasti butuh perhatian lebih. Dan untuk bahasa kasih dan cinta yang tak terbatas ini saya belajar banyak dari ibu saya, Ia adalah orang yang membuat kehidupan saya begitu sempurna dari banyak doa-doanya. Begitupun ketika saya menjatuhkan pilihan untuk obat penurun demam si kecil pada Tempra. Sebab obat penurun demam yang satu ini memang sudah terpercaya di keluarga kami, bahkan sejak saya kecil pun, ketika sedang demam Tempra inilah yang menjadi pilihan ibu saya untuk diberikan ke saya. Gak salah jika saat ini saya juga mempercayai Tempra sebagai obat penurun demam untuk anak-anak saya, sebab Tempra aman di lambung, tidak perlu dikocok-larut 100%, dosis tepat (tidak menimbulkan over dosis) dan pastinya istimewa di hati.

Tempra dan Variannya

Apalagi Tempra memiliki rasa buah-buahan yang disukai anak-anak, rasanya enak dan segar, ada rasa jeruk dan rasa anggur, kedua rasa tersebut selalu tersedia di rumah sebab si kakak menyukai rasa jeruk dan adek menyukai rasa anggur.

Ohya, Tempra penurun demam ini adalah salah satu brand obat pereda demam untuk bayi dan anak dengan kandungan Paracetamol yang bekerja sebagai antipiretika pada pusat pengaturan suhu di otak dan analgetika dengan meningkatkan ambang rasa sakit. Indikasinya: untuk meredakan demam, rasa sakit dan nyeri ringan, sakit kepala dan sakit gigi serta demam setelah imunisasi.

Terdapat 3 varian dari Tempra, yaitu: Tempra Drops untuk bayi, Tempra Syrup untuk balita dan Tempra Forte untuk anak. Dosis dan pemberian Tempra dapat dilihat di kotak kemasannya ataupun brosur yang terdapat dalam kemasan: untuk bayi dan balita gunakan sesuai dengan petunjuk dokter, anak usia 6-12 tahun 5 ml – 10 ml, di atas 12 tahun 10 ml – 12,5 ml.

Hari menjelang sore, dengan hati-hati saya membuka pintu kamar dan mendapati Zahra tengah tertidur dengan pulas, sebelum memindahkannya dari ruang keluarga ke kamar tidur tadi saya memang sempat memberinya Tempra Forte dengan rasa jeruk kesukaannya. Perlahan saya kembali mengenggam tangannya dan menyetuhkan punggung tangan saya ke lehernya. Alhamdulillah tubuh Zahra mulai berkeringat dan demamnya sudah mulai turun, jika dia beristirahat dengan cukup malam ini dan banyak minum air rasanya bukan tidak mungkin kami akan benar-benar ke Pulau Samalona, karena Zahra pun akan benar-benar sehat dan kembali ceria lagi, horeee…! Terima kasih Tempra, jujur, rasanya tenang jika kamu ada di rumah….

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra #Tempra #SelaluAdaCintadiHatiBunda

Catatan : Produk Tempra bisa diperoleh di apotik ataupun toko obat di sekitar Anda.

Adek mau poto bareng Tempra juga XD

5 Responses

  1. Tempra bisa mengatasi demam pada anak ya kak, kalo disertai batuk gmna kak. Tapi terimakasih lho udah berbagi pengetahuan, nanti saya rekomendasikan ayuk saya yang punya anak kecil…

    • Batuk biasanya jarang mengindikasikan penyakit serius, biasanya sembuh dalam kurun waktu 3 mingguan…
      Kalau batuk berkepanjangn sebaiknya langsung periksa ke dokter, ditakutkan ada masalah dalam saluran pernapasan.
      sehat-sehat selalu yah…

  2. Cantiknya Zahra mirip Mamanya :), sehat selalu kaka zahra. Kebetulan saya belum pernah ke Samalona, ingin sekali ngerasain snorkling di sana. Kalau sudah sehat yuk liburan ke sana sama-sama.

    • Waduuuh, kalo gitu sepertinya teteh harus ke Samalona deh…
      yuk, kalo musim hujam sudah lewat kita ke sanaaaa