Festival Batik dan Tenun Nusantara di Karebosi Junction Makassar

Festival Batik dan Tenun Nusantara di Karebosi Junction Makassar

 

Batik, Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non Bendawi (Masterpieces of The Oral and Intangible Heritage of Humanity)oleh UNESCO, pada tanggal 2 Oktober 2009.

Kemana harus mencari batik ketika di Makassar?

Akhirnya saya memutuskan untuk lebih mencintai batik sore itu, setelah sebelumnya menganggap sebuah kain batik hanya sebagai kain spesial yang hanya digunakan untuk ke acara tertentu saja. Ya, sore itu saya diberikan kado luar biasa, selembar kain batik tulis oleh nenek saya, selepas lulusan sekolah, 14 atau 15 tahun yang lalu. Begitu kagumnya saya akan setiap detail dan corak yang ada dalam kain itu hingga ia menjadi spesial, terlebih setelah beliau mewanti-wanti jika kain tersebut tidak boleh diberikan pada orang lain sebab kain tersebut merupakan salah satu kain koleksinya dengan kualitas yang sangat baik dan harga yang mahal. Waaahhh! Senangnya bukan main, saya sampe gak percaya dikasih harta karun seperti itu, maka sejak saat itu saya menaruh minat yang besar pada batik. Dan saya akan lebih bahagia jika menerima kado selembar kain batik –tentu dengan kualitas yang sama dengan pemberian nenek saya, hehe- sebagai hadiah, dibanding hadiah lainnya, disamping memang saya sangat menyukai hal-hal yang berbau etnik.

Setelahnya, ibu saya pun memberikan saya selembar batik tulis buatan Yogya miliknya dengan 6 corak cantik yang berbeda dalam selembar kain, yang selalu saya minta sampai bermohon-mohon padanya, selain selembar batik lagi dengan motif seperti tebing atau gelombang, dikenal sebagai Motif Parang. Sejak saat memiliki kain-kain batik spesial dari orang-orang yang luar biasa adalah salah satu harta yang amat berharga bagi saya…

Pengertian Batik, Asal Usul, Makna dan Teknik Pembuatan

Batik adalah kain yang dilukis dengan menggunakan alat dan bahan berupa canting dan malam sehingga membentuk lukisan-lukisan yang bernilai seni tinggi di atas selembar Mori –kain. Batik berasal dari kata amba dan tik yang merupakan bahasa Jawa dengan arti menulis titik, pada jaman dulu disebut Ambatik.

Kesalahan terbesar kita adalah mengetahui batik hanya sebatas itu, padahal sesungguhnya jika kita menelusurinya secara makna, maka Batik adalah sebuah teknik untuk mempertahankan warna di atas kain dengan menggunakan lilin –dikenal dengan malam- atau media lainnya.

Teknik ini merupakan teknik kuno yang sudah digunakan selama ribuan tahun dan sering dijumpai di banyak peradaban di dunia seperti di Cina dan di Mesir. Walau sebenarnya tidak ada sejarah yang pasti mengenai teknik ini, namun teknik tersebut kabarnya sudah ada sejak 2000 tahun silam di Timur Tengah, Asia Tengah dan India.

Dalam peradaban Mesir kuno sendiri, teknik membatik digunakan untuk membungkus mumi dengan kain linen. Kain linen ini kemudian dilapisi dengan cairan lilin, untuk membuat motifnya digores dengan benda tajam semacam jarum atau pisau. Kemudian diceluplah kain tersebut ke berbagai cairan seperti darah atau abu dan setelah warna meresap, kain ini direbus untuk meluruhkan lilin. Sehingga bagian yang tidak terlapisi lilin akan berwarna sesuai dengan warna pewarnaan dan bagian yang dilapisi lilin akan berwarna sesuai dengan warna kain.

Sementara pada jaman Dinasti Tang (tahun 618-690) di Cina, teknik seperti ini juga sudah dijumpai. Bahkan pada jaman Dinasti Sui (tahun 518-618) teknik yang telah dipraktekan. Sebab Cina adalah bangsa pedagang yang berkeliling di dunia, teknik ini kemudian menyebar ke banyak benua seperti Asia, Amerika, Afrika, bahkan sampai ke Eropa. Medium yang digunakan untuk menahan warna pun berbeda-beda pada tiap negara. Ada yang menggunakan bubur kanji, bahkan ada yang menggunakan bubur nasi yang dikeringkan. Ada dugaan bahwa asal muasal teknik membatik ini datangnya dari bangsa Sumeria, saat ini dikenal dengan Irak Selatan.

Di Indonesia sendiri teknik ini dibawa ke pulau Jawa oleh bangsa India, kemudian mulai tersebar luas dan di kembangkan oleh masyarakat Jawa. Yang menurut Rens Heringa, pada bukunya Fabric of Enchantment: Batik from the North Coast Java (1996), batik pertama kali ada di Indonesia sekitar tahun 700-an, diperkenalkan oleh orang India, pada saat Raja Lembu Amuluhur (Jayanegara), yang merupakan raja kerajaan Janggala menikahkan putranya dengan seorang putri India.

Sementara  dalam bagian lain buku tersebut menyebutkan jika batik dalam bentuk yang lebih primitif justru sudah dimiliki oleh orang Toraja –Tana Toraja, Sulawesi Selatan- bahkan jauh sebelum ada di tanah Jawa dan tempat lainnya.

Baru sekitar abad ke-12, ditemukanlah teknik membatik dengan canting, dimana lilin ditorehkan menggunakan alat ini sehingga menghasilkan gambar yang lebih detail dan lebih kaya motif dibandingkan dengan batik dari belahan dunia lainnya. Di saat inilah lahir istilah membatik atau ambatik yang dengannya Indonesia berhasil memperkenalkan batik sebagai ragam budayanya dengan bangga ke seluruh dunia.

Jenis Batik Menurut Teknik Pembuatan

Kini batik tidak hanya dapat ditemukan hanya di Jawa saja, di berbagai wilayah di Indonesia pun kalian sudah dapat menemukan batik, bahkan di beberapa daerah telah mengembangkan teknik batik ini dengan penyesuaian ragam motif berdasarkan budaya setempat, seperti di Makassar dengan Batik Lontaranya. Adapun batik menurut teknik pembuatannya dapat dibedakan menjadi:

  • Batik Tulis,  adalah batik yang memiliki nilai seni yang paling teratas, secara keseluruhan dibuat dengan canting dan merupakan tingkat buatan tangan yang sangat tinggi. Pembuatannya pun memerlukan waktu yang relatif lebih lama, 2 minggu hingga 2 tahun. Tak ada satupun batik tulis yang sama di dunia ini, tidak heran jika ada yang harganya mencapai hingga ratusan juta rupiah.
  • Batik Cap, pembuatan batik dengan menggunakan lempengan besi atau tembaga yang bermotif kemudian di celup pada lilin -malam-. Teknik ini muncul sekitar abad ke-19 untuk lebih memudahkan dan mempercepat pembuatan batik karena permintaan pasar akan batik yang begitu besar. Walaupun motifnya berulang dan tidak serumit batik tulis, batik cap masih dianggap sebagai batik dengan kualitas terbaik karena masih menggunakan malam sehingga masih dinilai sebaik batik yang autentik.
  • Batik cetak atau cetak sablon di buat dengan menggunakan teknik penyablonan. Walau kualitasnya masih berada di bawah batik cap, tapi batik yang dibuat dengan teknik ini masih menggunakan teknik manual dalam pengerjaannya. Sekalipun tidak menggunakan malam. 
  • Batik Print, Batik ini di produksi dengan mesin print tekstil, tidak menggunakan malam bahkan tidak dilakukan secara manual. Jadi mohon maaf jika sebagian orang menganggap jenis batik ini sebagai batik imitasi. 
  • Batik Lukis, untuk batik yang satu ini dibuat dengan cara dilukis, tanpa malam, juga tanpa canting, tapi menggunakan kuas dan cat minyak seperti melukis kebanyakan. Walaupun memiliki nilai seni yang cukup tinggi, sebagian orang bahkan saya, ragu menyebut kain etnik yang diproduksi seperti ini sebagai kain batik, hihi… Walaupun memang harganya bisa dibilang juga tidak murah karena memang lebih mirip lukisan, tidak lekang pada paham-paham batik pada umumnya, lebih bebas dan kontemporer.

Nah bagi kalian pencinta batik, batik-batik tadi dapat kalian temui dalam Festival Batik dan Tenun Nusantara yang bertempat di Karebosi Junction. Ribuan koleksi batik dari berbagai daerah dengan beragam motif dan coraknya hadir di sini.

Festival Batik dan Tenun Nusantara di Karebosi Junction

Pernah dengar Karebosi Junction? Pernah dong, siapa sih yang gak tahu Karebosi Junction, sebuah Mall Lifestyle yang menempati lantai 2, 3, 4, 5, dan 6 pada area Karebosi Condotel yang terintegrasi dengan SPM MTC Karebosi serta menghadirkan berbagai butik yang menjual segala kebutuhan dan pernik untuk emak-emak kece seperti kita!. Selain butik-butik yang menjual pakaian dengan model kekinian, terdapat juga beberapa outlet tempat makan yang beberapa diantaranya menawarkan masakan Taiwan dan tempat jajan lainnya yang menyajikan berbagai makanan serta minuman yang juga enak-enak. Di sini pun ada mini market yang menyediakan kebutuhan harian kalian.

Karebosi Junction terletak di jalan Jendral M. Yusuf No. 1, sebelah barat kota Makassar. Di sebuah kawasan perkantoran bank-bank dan badan usaha milik negara serta mall dan Pasar Setral, salah satu pusat perdagangan terbesar yang ada di Makassar. Untuk ke tempat ini kalian dapat dengan mudah mengaksesnya dengan kendaraan umum karena memang letaknya yang amat strategis dan dilewati oleh kenadaraan umum dengan berbagai trayek.

Karebosi Juction ini juga terletak tak jauh dari beberapa lokasi tempat wisata dan tempat yang bersejarah di Kota Makassar, di sana ada Lapangan Karebosi, Benteng Rotterdam, Dermaga menuju pulau Kayangan, kantor RRI, Museum Kota Makassar,  Gedung Kesenian Societeit de Harmonie serta Pecinaan.

Tahun ini Karebosi Junction menggelar Festival Batik dan Tenun Nusantara sejak tanggal 1 Desember kemarin! Waaahhh senangnya… Festival Batik dan Tenun Nusantara ini di fokuskan di lantai 3 dan 4, dan diikuti oleh puluhan produsen kain batik juga tenun yang langsung diimport (hihi diimport…) dari berbagai kota di luar Makassar, seperti dari: Jogja, Pekalongan, Solo, Cirebon, Jepara, dan Sragen. Dalam acara ini kalian sudah pasti dapat segera menambah koleksi kain batik serta kain tenun kalian dengan bahagia.

Selain batik dalam bentuk kain, kalian juga bisa mendapatkan batik dalam bentuk pakaian pria dan wanita juga anak-anak. Ada atasan, bawahan, outerwear, dress, playsuit dan jumsuit, pakaian tidur  aksesoris serta printilan yang semuanya bertema batik dan etnik.

Juga untuk koleksi tasnya ada banyak banget, mulai clutches, tote bags, shoulder bags, hand bags sampai sling bags juga ada! Aiiihhhh senangnya akhir tahun belanja-belanja di Festival Batik dan Tenun Nusantara di Karebosi Junction ini. Apalagi harga yang ditawarkan sangat manusiawi banget, murah-murah dan tidak merugikan hingga mahal-mahal dan sangat memuaskan, hihi… 

Tadinya, jujur saja saya males banget diajakin ke sini. Kepikirannya adalah tempat jualan batik yang sumpek banget, tidak terlalu bersih dan nge-be-te-in banget. Ternyata saya salah pemirsah! Tempat ini beneran nyaman untuk dikunjungi bahkan jika kalian membawa anak sekalipun. Apalagi jika kalian sedang bermalam di Karebosi Condotel, atau ada tamu kalian yang menginap di sana, kalian dapat mengajak mereka mengunjungi Karebosi Junction melalui lantai dasar dari lobi Karebosi Condotel. Memudahkan banget yah buat yang lagi pelesir ke Makassar, dapet tempat bermalam yang nyaman sekaligus shopping gak perlu jauh-jauh.

Ohya, dalam festival ini pun terdapat rangkaian acara yang seru dan keren; ada talkshow tentang fashion, ada lokakarya membatik, lokakarya membuat handycraft, lokakarya photografy, kelas make-up, juga beragam lomba berhadiah jutaan rupiah. Sampe ada ibu-ibu yang menyesal banget gak bisa ikutan lokakarya karena ketinggalan informasi. Duh bu, berdoa ajah yah, mudah-mudahan nanti ada lagi, gitu.

Dan yang paling penting, di sini kalian bisa belanja dengan suasananya yang nyaman banget, setiap booth dari brand batik yang hadir di festival ini menata tenant mereka dengan sangat baik dan gak bikin mata sepet karena koleksinya tertata rapih selain memang koleksinya bagus-bagus. Udah gitu udaranya pun gak sumpek dan bikin gerah, secara yah, emang tempatnya respresentatif banget untuk acara seperti ini. Kedepannya tempat ini diharapkan jadi pusat perbelanjaan batik terbesar yang ada di Makassar. 

Aamiin, mengaminkan sesuatu yang baik rasanya tidak ada salahnya, apalagi memang tempat ini pas banget, baik dari segi kenyaman juga dari segi kemudahan mengaksesnya. Kalian bisa nongkrong bareng teman dengan santai dan nyaman sekaligus bisa makan-makan dan jajan batik dengan leluasa. Atau jika ada tamu dari luar kota, kalian bisa langsung merekomendasikan untuk menginap di Karebosi Condotel, Meeting All Your Bussiness Needs lah pokoknya mah… 

Jadi, ayo segera ke Festival Batik dan Tenun Nusantara di Karebosi Junction! Masih ada beberapa hari lagi beb… Gak seru kan kalo kalian Cuma dapet ceritanya doang! XD.

 

Sumber: jawakuno[dot]com | Pemoeda[dot]co[dot]id | Ruangguru[dot]com

 

10 Responses

  1. anyway, hindari kalimat seperti ini:

    Pernah dengar Karebosi Junction? Pernah dong, siapa sih yang gak tahu Karebosi Junction,

    karena, ini semacam penghakiman bahwa apa yang kita tahu pasti orang lain juga tahu. untuk kasus di atas saya malah baru tahu apa itu karebosi junction

    demikian dari saya

    *lari-lari*

    • Hahahah seperti itu yah?
      Berarti niat menghakiminya tersampaikan XD
      Terima kasih Daeng Ipul