Ketika Zahra Meminta Maaf Lewat Surat

Ketika Zahra Meminta Maaf Lewat Surat

Sejauh ini hubungan saya dan Zahra baik-baik saja, kami selalu menghabiskan waktu bersama ketika sedang di rumah, membicarakan banyak hal dan melakukan aktivitas saat libur atau ketika saya sedang tidak ada kerjaan. Memang dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan dia, saya selalu menerapkan 3 kata ajaib; tolong, maaf dan terima kasih. Walaupun tidak semudah membalikan telapak tangan untuk membiasakan kata-kata tersebut terucap karena harus dilakukan berulang-ulang dan dibenahi sejak awal, namun hasilnya dapat saya nikmati sekarang. Ya, Zahra adalah anak sulung saya, sekarang dia berumur 7 tahun dan duduk di kelas 2 Sekolah Dasar, Zahra termasuk anak yang sangat kooperatif jika berinteraksi dengan orang-orang, juga ketika saya menanyakan apa saja yang terjadi padanya di hari itu. Hal ini saya lalukan untuk membangun komunikasi dengan dia agar saya dapat menjadi temannya dan mendapatkan kepercayaan serta bisa mendengar cerita-cerita menariknya sebelum kami tidur. Jujur ini tidak mudah, perlu semangat dan istiqomah di dalamnya, begitupun dengan adiknya Faiza.

Lalu sore itu sepulang beraktivitas saya tidak menemukan Zahra menyambut saya dengan teriakan girang dan pelukannya seperti biasa. Saya hanya menemukan Faiza yang langsung menghabur ke pelukan saya, rasa lelah hilang seketika. Namun saat saya menanyakan keberadaan Zahra pada Faiza, anak itu hanya menjawab se-kena-nya “Kakak ada di suatu tempat, tapi momi harus lihat dulu ini…” kata Faiza sambil menarik tangan saya ke kamar. Pikir saya mereka sedang menyiapkan surprise buat saya, kebiasaan mereka seperti itu, senang memberi kejutan dengan gambar-gambar yang mereka buat, atau batu-batu aneh yang mereka kumpulkan dari jalan, atau belalang yang mereka tangkap di kebun tetangga, apa saja sering kali mereka jadikan sebagai kejutan dan tak jarang saya memang akan benar-benar terkejut dibuatnya.

Ketika memasuki kamar hawa sejuk sudah terasa, ini berarti mereka sengaja menyalakan pendingin udara sejak beberapa saat yang lalu, kamar tampak rapi walau ada tumpukan mainan dan boneka yang tak lazim di tempat tidur yang ditutupi bed cover. Gak papa lah yah, setidaknya mereka sudah berusaha membuat kamar menjadi rapi dan membuat ibu mereka terkesan, hihi… Belum sempat saya rebahan, Faiza menyuruh saya membuka lemari. Mungkin ada sebuah kejutan bersama Zahra di dalam lemari, pikir saya. Saya pun menggeser pintu lemari dengan cepat ingin membuat Zahra terkejut. Alih-alih membuat Zahra terkejut, yang ada saya yang terkejut dengan sebuah surat dengan gambar babi, sepertinya dia ingin menggambar Peppa Pig -silakan googling apa itu Peppa Pig XD- yang nangis dengan tulisan tangan yang tidak begitu rapi. Selembar kertas itu berisikan permohonan maaf yang begitu cantik di atas laptop kesayangan saya. Tidak biasanya Zahra meminta maaf melalui surat, seketika itu juga perasaan saya gak enak, jadi pengen nangis kayak babi yang digambar Zahra.

Benar saja sesuatu yang buruk terjadi pada laptop saya yang juga menyebabkan tidak terlihatnya Zahra sejak saya pulang tadi, laptopnya gak bisa dinyalain, beberapa sisi dan sudutnya pecah dan layarnya sulit terbuka, kejutaaan…!. Berusaha tetap tenang dan terlihat santai akhirnya saya hanya menutup perlahan lemari dan meminta waktu untuk istrirahat pada Faiza, karena lelah saya pun tertidur dan bermimpi bertemu dengan Peppa Pig.

Rasanya tidak pernah terpikirkan bakal kehilangan laptop dalam waktu dekat ini, yang rusak itu memang mungkin sudah saatnya pensiun, dia sudah cukup lama menemani saya bekerja, usianya hampir seumur Zahra. Tapi saya sama sekali tidak menyangka dan tidak sanggup menghadapi kenyataan bakalan ganti laptop dalam waktu dekat karena memang belum ada budget untuk itu. Walaupun sebenarnya memang membutuhkan laptop baru untuk saya jadikan teman sebab harus tetap bersentuhan dengan benda itu agar dapat menyelesaikan kerjaan yang bertumpuk, membuat desain, gambar dan infografis untuk berbagai kegiatan sosial, menyelesaikan tulisan-tulisan yang harus saya unduh secepat mungkin di blog, dan menyelesaikan beragam proyek-proyek lainnya yang tidak mungkin saya buat tanpa sebuah laptop.

Akhirnya laptop tersebut dibawa ke tukang reparasi, berharap semuanya akan baik-baik saja, walau saya juga berharap ada kebaikan turun dari langit yang menggetarkan hati suami untuk membelikan laptop baru, yaa paling nggak subsidi gitu… XD

Hingga saya memberanikan diri mencari referensi laptop yang cocok dengan kebutuhan saya, karena ternyata biaya reparasi laptop yang hancur tadi hampir sama dengan harga ketika membelinya. Mau tidak mau saya harus merelakan tabungan untuk membeli sebuah laptop lagi. Berhubung suami saya cinta mati sama produk Asus, saban ganti handphone atau beli laptop jatohnya ke Asus lagi, Asus lagi, maka pilihan saya gak jauh-jauh dari situ. Setelah sibuk searching dan browshing sana-sini akhirnya hati saya terpaut pada ASUS Vivobook Flip 14 TP410.

Asus Vivobook Flip 14 TP410

Kenapa sih harus Asus Vivobook Flip 14 TP410? Gimana gak terpaut dengan si Asus yang satu ini?! Pertama lihat bodynya ajah saya sudah terkesima, suka banget laptop atau ponsel dengan body alumunium, eye-catching banget. Apalagi Asus Vivobook Flip ini bisa jadi laptop, tablet, dan standing display! Wuuuiih… Jadi memang doski (yaelah, doski, ketahuan umur banget yee…) adalah laptop convertible 14 inci pertama yang dilengkapi dengan panel NanoEdge, memungkinkan layar Full HD 14 inci agar sesuai dengan bingkai yang memiliki ukuran laptop 13 inci yang khas. Berdesain ramping dan ringan dirancang untuk menyesuaikan diri pada setiap kesempatan, bayangin ajah tebalnya cuma 19.2mm dan berat keseluruhan 1,6kg. Jadi bisa ge-gayaan ngelaptop atau nge-tablet yess..?!. Praktis banget, ramping, sylish dan ringan,
Dengan prosesor Intel Core i7-7500U dan grafis NVIDIA GeForce 930MX yang memungkinkan kita untuk menyelesaikan kerjaan sehari-hari dengan mudah.

Layar

Untuk layar, dengan tampilan NanoEdge dibenamkan layar Full HD 14 inci ke dalam ukuran bingkai yang khas dari laptop 13 inci, sepertinya ini tidak mudah, namun bingkai 8N NanoEdge membuatnya menjadi mungkin. Dengan desain NanoEdge-nya ini VivoBook Flip 14 TP410 memiliki rasio layar-ke-tubuh 78,7% menjadikan area tampilan lebih besar untuk tampilan yang lebih mendalam. Tampilan Full HD juga menampilkan teknologi wide-view 178 technology untuk memastikan bahwa warna dan kontras tetap hidup dan berani, bahkan bila dilihat pada sudut yang tajam. Ini menjadikannya solusi sempurna untuk berbagi konten dengan siapa saja.

Layar sentuh – Sentuhan ultra akurat

VivoBook Flip 14 TP410 dirancang dengan sensor sentuh presisi tinggi yang ditempatkan pada interval 6mm memastikan sensitivitas yang lebih besar dari tampilan standar, sehingga sentuhan subtil pun terdeteksi, juga bekerja sempurna dengan ASUS Pen.

Audio SonicMaster

Dirancang untuk memberikan efek suara yang luar biasa hingga menghasilkan suara yang benar-benar mendalam dengan hasil yang mewah untuk didengar. Teknologi ASUS SonicMaster dikembangkan oleh tim ASUS Golden Ear dan ICEpower hingga menghadirkan audio paling luar biasa yang pernah kalian dengar di laptop, berkat kombinasi perangkat keras dan perangkat lunaknya yang inovatif.

Kinerja

Dengan prosesor Intel Core i7 generasi ke 7 dengan memori 16GB dan grafis diskrit NVIDIA GeForce 930MX, VivoBook Flip 14 TP410 memberikan kinerja hemat energi dan efisien. Penyimpanan HDD 1TB dan 256GB SSD memungkinkan VivoBook Flip 14 TP410 memiliki lebih dari cukup ruang untuk presentasi bisnis, album foto, dan pustaka multimedia

Baterai

Khawatir laptop lemah daya sementara tidak menemukan colokan? Gak masalah, jika daya baterai penuh, kalian bisa menggunakan VivoBook Flip seharian walaupun on terus. Jadi tidak perlu repot mencari gerai listrik. Dan hingga tiba saatnya untuk menyambungkannya pada colokan, hihi… Teknologi ASUS Battery Health Charging akan membantu melindungi baterainya. Jadi yang biasanya jika pengisian daya baterai laptop dapat menurunkan kualitas baterai hingga menghasilkan umur yang lebih pendek, atau menyebabkan pembengkakan akibat oksidasi. Disini teknologi pengisian daya baterai ASUS memungkinkan kita menyetel status pengisian hingga 60%, 80% atau 100% untuk memperpanjang masa pakai baterai dan mengurangi kemungkinan kerusakan akibat pembengkakan baterai.

Koneksi

Memiliki konektivitas nirkabel yang nyaman dengan fitur Bluetooth 4.1 dan dual-band 802.11ac Wi-Fi yang lebih handal dan maksimal 6x lebih cepat daripada standar 802.11n generasi sebelumnya Dual Band 802.11ac, tentu saja mampu membantu meringankan kerja kita. Gak sampai di situ, VivoBook Flip 14 TP410 ini juga memiliki port USB Type-C  yang revolusioner untuk koneksi any-way-up dan pemindahan data super cepat, termasuk memiliki konektivitas yang komprehensif; satu port USB 3.0, dua port USB 2.0 standar dan HDMI untuk menghubungkan ke berbagai perangkat dan periferal. Tidak lain tidak bukan tentunya untuk kenyamanan dan kompatibilitas maksimal. Yeyeye…

Keyboard

Untuk keyboard VivoBook Flip 14 merancang keyboardnya yang luar biasa dengan tombol ukuran penuh untuk membuatnya sangat nyaman saat ditekan, bahkan untuk tugas mengetik maraton. Mekanisme tombol yang dirancang dengan cerdas memberi rasa pas di jari yang meyakinkan, tombol backlit ini bahkan memiliki kontrol cahaya sekitar, sehingga kita tetap dapat bekerja bahkan di lingkungan yang gelap sekalipun.

Akses satu sentuhan

Nah untuk yang satu ini pastinya lebih aman karena VivoBook Flip 14 memiliki sensor sidik jari touchpad terintegrasi dan dukungan Windows Hello, hari-hari mengetikkan kata sandi telah selesai sepertinya, hihi… Kemudahan serta keamanan yang terjamin hanya dengan satu sentuhan saja yang diperlukan untuk masuk, sensor sidik jari!.

Sistem Operasi

Satu lagi gais yang paling penting dan teristimewa, VivoBook Flip 14 TP410 menggunakan sistem operasi Windows 10 asli – original – bukan KW, apalagi KW super! Dengan masa garansi 2 tahun dari ASUS.

“Oke Pak, saya ambil ASUS VivoBook Flip TP410 ajah, bayarnya bisa pake debit kan yah?” Tanya saya sambil mengambil kartu debit dari dalam dompet.

“Ohiya bu, boleh. Kebetulan jika pembayaran dilakukan dengan menggunakan kartu debit, Ibu bisa dapat cash back 500ribu…”. Jawab bapak yang sejak tadi membantu saya memilih laptop.

Wah serius Pak? Waaahh… kalo gitu kita bagi dua ajah Pak cash backnya, bagi-bagi rejeki! Hehehe…”. Tumben saya baik banget, mungkin karena lagi senang bisa dapat laptop baru, Hoooreee!!.

Tiba-tiba tepukan kecil di kaki membuat saya tekejut.

Momih… momih… bangun! Makan malam dulu kata Abi”. Saya membuka mata dan mendapati Faiza tengah menepuk-nepuk kaki saya sambil tersenyum lebar. Yaiiyah, pantesan saya baik banget, tahunya mimpi! Dan masalah dengan Zahra belum terselesaikan juga laptop yang rusak. T_T

Akhirnya selepas makan, saya pun menghampiri Zahra yang diam seribu bahasa di depan televisi, wajahnya menjadi tegang namun tetap berusaha fokus menyimak acara televisi. Saya memeluknya, hingga wajah tegang tadi berubah menjadi sendu dengan air mata tidak terbendung lagi, Ia menangis terisak-isak, pelukan semakin saya eratkan, mengelus kepalanya, mengusap air matanya dan bertanya apa yang terjadi? Ternyata anak itu telah menjatuhkan laptop saya setelah sebelumnya berusaha memukul-mukul badan laptop yang tiba-tiba mati dan tidak bisa menyala lagi. Pelukan semakin saya eratkan, menandakan kalau semua akan baik-baik saja.

Momi sudah baca surat Zahra, terima kasih yah… Momi gak marah kok, doakan supaya laptop Momi cepet ada gantinya yah…”. Zahra mengangguk cepat dan semakin merapatkan tubuhnya ke saya. Malam itu saya melupakan laptop yang rusak, surat Zahra membuat saya belajar banyak. Bahwa mungkin saja apa-apa yang tidak dapat tersampaikan oleh lisan dapat dimengerti dan dipahami dalam tulisan juga bagaimana kita harus berjiwa besar berani mengakui kesalahan. Terima kasih Zahra, apresiasi buat Zahra, Momi sayang Zahra…

Photo: Asus[dot]com / Video: Ungatawwa

10 Responses »

  1. Terharu sekali baca tulisan ini, hebat sekali Zahra masih kecil tapi sudah paham apa itu yang namanya bertanggung jawab dan meminta maaf.
    Semoga Unga segera mendapakan laptop baru yaa, kagak pake mimpi 😁.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *