Nonton Film Dilan 1990

Nonton Film Dilan 1990

photo: infobandung

“Film ini mungkin ndak cocok buat yang suka dengan cerita yang “berat”. Tapi buat mereka yang merasa jiwanya kering dan haus rayuan manis serta butuh hiburan, bolehlah”. Begitu bunyi kalimat paragraf penutup dari tulisan teman saya tentang sebuah film remaja yang -saya yakin lebih tepat menyasar emak-emak- tengah booming akhir-akhir ini, Dilan 1990.

Sebenarnya saya tidak terlalu berharap banyak dari film ini selain ingin ngumpul bersama teman dan emang iseng ajah  nonton film buat lucu-lucuan. Secara saya bukan penikmat film “ringan”, “berat” apalagi horor! Hemat saya, ngapain saya nonton cuma buat memperkeruh pikiran, hati dan jiwa ato nggak buat ditakut-takutin selama 2 jam penuh dan harus bayar pula. Tapi karena alasan tadi maka saya menerima tawaran mereka untuk melepas rasa penasaran seiring banyaknya orang yang membicarakan Dilan, bahkan dalam sebuah kelas menulis yang saya ikuti sekalipun, kala mengulas tulisan fiksi.

Saya sudah cukup khawatir akan telat bertemu dua teman saya untuk memenuhi sebuah janji ini. Sebab siang itu tepat pukul 12.00 Wita saya seharusnya sudah berkemas dan meninggalkan ruangan simposium yang tengah membahas kajian  K3 –Keselamatan dan Kesehatan Kerja- untuk bertemu dengan mereka, namun urung hingga sejam kemudian.

Setelah dhuhur dan makan siang sesegera mungkin, akhirnya saya bertemu mereka pada sebuah mall baru di pinggir kota Makassar, tidak jauh dari tempat simposium saya berlangsung. Untuk sebuah mall, tempat itu sangat sepi, spesialnya ia memiliki gedung bioskop yang baru, disitulah kami janjian. Ya, kami akan menonton Dilan sore itu. Read the rest of this entry

Grow Happy bersama LACTOGROW

Grow Happy bersama LACTOGROW

“Momih, kapan main ke acara susu lagi?”. “Acara susu?” Tanya saya menjawab pertanyaan Faiza si adik. “Iyah, yang kita main pake karcis, kita bikin karusel, terus pulangnya difoto seperti main di Timezone…”. Hoo yaa ampun, ternyata anak ini begitu terkesannya sama arena bermain dari acara susu yang beberapa kali digelar di kota ini, Makassar. Sampai nagih lagi minta diajakin main ke acara serupa, padahal sebelumnya dia lebih senang diajak berenang atau ke pantai jika liburan.

Gak heran sih, saya juga suka sebenarnya mengajak anak-anak bermain di berbagai arena yang disediakan dalam event spesial untuk orang tua dan anak seperti yang dipersembahkan oleh Lactogrow. Ngajakin mereka ke sana lebih menyenangkan karena arena yang siapkan memang pas untuk merangsang pertumbuhan dan kreatifitas anak apalagi jika arena yang sediakan cukup luas untuk setiap wahana. Kali ini Lactogrow hadir di Trans Studio Mall Makassar untuk Grow Happy bareng sama semua orang tua dan anak yang ada di Makassar dan sekitarnya pada tanggal 27 – 28 Januari 2018 kemarin. Untuk mendukung keceriaan di kecil, Nesle Lactogrow dengan Grow Happy kali ini juga digelar dibeberapa kota lainnya seperti: Read the rest of this entry

Ketika Zahra Meminta Maaf Lewat Surat

Ketika Zahra Meminta Maaf Lewat Surat

Sejauh ini hubungan saya dan Zahra baik-baik saja, kami selalu menghabiskan waktu bersama ketika sedang di rumah, membicarakan banyak hal dan melakukan aktivitas saat libur atau ketika saya sedang tidak ada kerjaan. Memang dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan dia, saya selalu menerapkan 3 kata ajaib; tolong, maaf dan terima kasih. Walaupun tidak semudah membalikan telapak tangan untuk membiasakan kata-kata tersebut terucap karena harus dilakukan berulang-ulang dan dibenahi sejak awal, namun hasilnya dapat saya nikmati sekarang. Ya, Zahra adalah anak sulung saya, sekarang dia berumur 7 tahun dan duduk di kelas 2 Sekolah Dasar, Zahra termasuk anak yang sangat kooperatif jika berinteraksi dengan orang-orang, juga ketika saya menanyakan apa saja yang terjadi padanya di hari itu. Hal ini saya lalukan untuk membangun komunikasi dengan dia agar saya dapat menjadi temannya dan mendapatkan kepercayaan serta bisa mendengar cerita-cerita menariknya sebelum kami tidur. Jujur ini tidak mudah, perlu semangat dan istiqomah di dalamnya, begitupun dengan adiknya Faiza.

Lalu sore itu sepulang beraktivitas saya tidak menemukan Zahra menyambut saya dengan teriakan girang dan pelukannya seperti biasa. Saya hanya menemukan Faiza yang langsung menghabur ke pelukan saya, rasa lelah hilang seketika. Namun saat saya menanyakan keberadaan Zahra pada Faiza, anak itu hanya menjawab se-kena-nya “Kakak ada di suatu tempat, tapi momi harus lihat dulu ini…” kata Faiza sambil menarik tangan saya ke kamar. Pikir saya mereka sedang menyiapkan surprise buat saya, kebiasaan mereka seperti itu, senang memberi kejutan dengan gambar-gambar yang mereka buat, atau batu-batu aneh yang mereka kumpulkan dari jalan, atau belalang yang mereka tangkap di kebun tetangga, apa saja sering kali mereka jadikan sebagai kejutan dan tak jarang saya memang akan benar-benar terkejut dibuatnya. Read the rest of this entry

Meet and Greet Natasha Skin Care with Bloggers Makassar

Meet and Greet Natasha Skin Care with Bloggers Makassar

Sudah amankah produk perawatan yang kalian gunakan selama ini?

Saya sangat aware dengan kesehatan kulit pada wajah, walau tidak sedikit teman-teman yang mengatakan jika kulit wajah saya sudah bagus. Kelihatannya begitu, tapi yang saya rasakan tidak demikian, cenderung kering hingga menimbulkan rasa gatal bahkan kadang mengelupas, ia tampak kusam dan mengerikan, terlebih jika saya memakai bedak. Hasilnya saya memang menghindari menggunakan bedak pada wajah, selama ini yang saya lakukan hanya mencucinya dan mengoles pelembab agar tidak semakin kering. Lumayan juga bisa ngirit, apalagi saya bukan tipe orang yang gemar dandan walau bisa dibilang alat make up yang mengisi kotak kosmetik saya juga lumayan banyak dan lengkap –yee, sama ajah dong gak ngirit juga!-, ini membuktikan kalau perempuan memang memiliki hasrat yang lebih besar untuk jajan (baca: shopping). XD

Karena pedulinya dengan kesehatan kulit wajah, saya sering kali menyimak setiap obrolan yang membahas tentang produk-produk perawatan kulit khususnya untuk wajah dari teman-teman dalam beberapa group media sosial yang saya ikuti, mungkin suatu saat nanti saya akan membutuhkannya.

Begitupun  tanggal 22 kemarin, ketika saya berkesempatan menjadi tamu dalam undangan Meet and Greet Natasha Skincare bersama Komunitas Blogger Makassar, Angingmammiri rasanya senang sekali, sebab saya memang sedang mencari-cari klinik perawatan wajah untuk beberapa keluhan yang saya alami. Ternyata Meet and Greet ini adalah rangkaian dari ulang tahun Natasha Skincare yang sudah memasuki usia ke 23 tahun pada 26 Desember 2017, gak nyangka banget ternyata kami seumuran –hallah!-. Serius, saya tahunya Natasha mah gitu-gitu ajah, klinik estika wajah yang sering saya lewatin saban pergi-pulang kantor dengan biaya perawatan yang mahal dan sedikit review kurang bagus dari beberapa teman yang menjadi pelanggan di sana. Ya begitulah benar juga ungkapan “Jika tak kenal maka tak sayang” kenalan dulu biar akrabnya dapet. Hihi…

Read the rest of this entry

ASTRA, Kepadamu Harapan Ini Berlabuh

ASTRA, Kepadamu Harapan Ini Berlabuh

Gak lucu banget sih hari gini masih ngurusin sampah tetangga, iya kalau rumput tetangga, bolehlah… Meski nampak lebih hijau, setidaknya tidak membuat mata, hati dan hidung jadi sepet. Sudah bertahun-tahun saya tinggal di kompleks perumahan ini, namun permasalahan sampah gak ada habisnya. Tepat di sebelah kiri rumah saya ada sebuah tanah kosong, jika diperkirakan mungkin luasnya sekitar 10x15m2 yang di atasnya ditumbuhi beberapa pohon pisang dan pohon pepaya juga rerumputan hijau, seperti sebuah halaman yang terawat. Sayangnya di sudut tempat tersebut terdapat beberapa kantong sampah, yang akhirnya mengundang bertumpuk-tumpuk sampah lainnya, hingga membuat area itu nyaris seperti tempat pembuangan sampah. Jorok dan menimbulkan aroma tak sedap yang tercium hingga  ke  mana-mana bahkan ke dalam rumah saya. Tak sampai di sana, terkadang isi dari kantong-kantong sampah itu berhamburan di badan jalan hingga menganggu pengguna jalan dan sangat mengerikan untuk dilihat.

Memang setahu saya, sebagian besar warga di perumahan ini apalagi di blok yang saya tempati tidak memiliki bak sampah, tak heran jika tanah kosong sering dijadikan tempat sampah umum.  Sempat saya mengadukan hal ini kepada Pak RT, namun hasilnya tidak membuahkan solusi apapun selain kami menjadi lebih akrab atas kebingunan yang sama mengatasi sampah dan warga. Sepertinya kekecewaan itu tertangkap oleh beliau hingga dipetikannya beberapa buah Belimbing Roma yang sudah matang dari pohon di halaman rumahnya untuk saya bawa pulang sebagai oleh-oleh. Cukup menghibur setidaknya…. Read the rest of this entry