Belajar Dari Jepang #TudangSipulung

Begitu, judul Tudang Sipulung bersama AngingMammiri.org edisi Maret kemaren. Kali ini AM mengangkat tentang Jepang. Tujuannya, agar kita dapat mengenal lebih jauh tentang Jepang. Tujuan lebih jauhnya, untuk kopdar heheheh… nggak deng, Tudang Sipulung memang sudah menjadi agenda AngingMammiri.org setiap bulannya.

Sebenarnya untuk bulan maret, sudah ada tema yang diangkat, yaitu Backpacking. Namun Qadarullah, sebuah sentilan kecil dariNYA, mampu membuat Jepang bagian timur tersapu air dalam sekejap. Ya ! Tsunami.  Tidak hanya itu,  rentetan bencana dari gempa, tsunami dan kebocoran reaktor nuklir membuat negeri di Asia Timur ini dirundung duka. Maka, AngingMammiri.org berinisiatif mengubah dengan semena-mena tema Tudang Sipulung bulan Maret :D.
Gak semena-mena juga sih, karena sudah ada kesepakatan bersama, tema Tudang Sipulung bisa berganti sejalan isu yg merebak.. saelaah isssuuu 😛 *gaya
Maka kami mengundang Mr. Nakajima sama ( ini sebutan penghormatan, lebih sopan dari “san(g)” ) untuk berbagi bersana AMers.

Klu mikir orang Jepang, pasti yg terlintas dipikiran adalah disiplin dan tepat waktu. Bener ajah, Mr Nakajima sama  udah nongol di tempat acara 30 menit sebelumnya. Tapi yang ada, setengah jam berikutnya baru 5 orang peserta yang hadir. Bayangkan !! betapa memalukannya.. Memalukan !!! #eeaaa :p *diguyur

Akhirnya setelah 15 menit molor dari waktu yang telah ditetapkan, acara dimulai juga. Diawali dengan sesi perkenalan. Terus terang ajah, awal acara kesannya kaku banget. Ato semua pada terkesima sama Mr Nakajima sama yang charming hahahhah :p. Ato baru liat orang Jepang bercerita dengan begitu ekspresif  sampe hampir numpahin teh. Atoo pada serem kali,  kali-kali ajah disuruh ngomong pake bahasa Jepang hehehehh..

Apa yang dapat kita pelajari tentang Jepang dari Mr. Nakajima sama,  Negara dengan luas daratan 378.000 km2 dengan penduduk 128 juta jiwa, menempatkan Jepang berada di peringkat ke-10, sebagai Negara berpenduduk terbanyak. Jepang adalah negara monarki konstitusional di bawah pimpinan Kaisar Jepang dan Parlemen Jepang.

Sebuah Negara dengan kebudayaan, alam dan teknologi yang mempesona. Bisa  diliat dari kabuki, geisha, samurai, mochi, sushi, takoyaki, gunung Fuji, Sakura, fujitsu sampe  apple ipod 4 <<mauinimauini  *nangisnangisnangis. Eh, salah yagh.. apple dari amrik deng hehehheh :P. Bisa menjadi alasan klu Jepang adalah salah satu Negara impian (saya ^^).

Seorang Jepang memiliki kepercayaan mengenai Seken(g).

  • Seken(g) adalah sesuatu yang harus di hormati, maka ditambahi “sama” di belakangnya.
  • Seken(g) adalah masyarakat yang terdiri dari banyak orang tertentu dan tidak tertentu
  • Seken(g) bukan sekedar komunitas tetapi mengandung makna yang lebih luas ( mata orang-orang yang mengawasi dan mengatur disiplin saya )
  • Rasa malu dalam Seken(g)-sama adalah hukuman
    (dikutip dari presentasi Mr. Nakajima sama)

Bingung kan ?!! sama..  Unga juga bingung… !! :P. Coba Unga jabarkan sedikit; mungkin Seken(g) itu seperti ini : Paham / kepercayaan atau sesuatu yang abstrak tentang karma secara nyata. Yang mengikat, melihat, memperhatikan bahkan mampu mengubah pandangan  kehidupan individu dalam suatu kelompok.  ( soook !!  -___-“)
Namun, keberadaan Seken(g) ini amat sangat berpengaruh terhadap masyarakat Jepang. Mau lihat contohnya ?.
Masih ingat kejadian tsunami beberapa waktu lalu gak ? lihat, betapa tertibnya masyarakat Jepang ngantri walaupun ada bencana sebesar itu. Nah, kenapa mereka seperti itu. Itulah karena adanya Seken(g). Mereka mempercayai keburukan yang mereka lakukan akan jelek dimata Seken(g), maka mereka berusaha untuk tidak menjadi buruk dan bersabar tetep ngantri. Mereka amat sangat memelihara hubungan baik dengan Seken(g)nya agar selamat dan tidak mendapat pengaruh buruk untuk dirinya atau kelompoknya. Naaaah.. kek gitu deh kira-kira heheheh..

Seorang Jepang juga percaya bahwa Kaisar adalah dewa ^^. Hayoo sapa mau jadi Kaisar ^^ *dikeplak

Nah, serukan.. makanya ikutan yuk di Tudang Sipulung bersama AngingMammiri.org Setiap bualannya akan ada tema yang berbeda. Mau tau kapan bakal ada lagi Tudang Sipulung ??. Nah, rajin-rajin ajah ke angingmammiri.org *beneran !! bukan iklan berbayar.

44 thoughts on “Belajar Dari Jepang #TudangSipulung”

  1. pertama ke Singapura kagum sama kedisiplinan orang sana.. tapi ketika ke Jepang.. orang sana ternyata jauh lebih disiplin dan teratur lagi.

    Klo buat Sy asosiasi utama terhadap jepang adalah.. Kreatif dan Inovatif!! Darn.. 2 pekan di sana Sy termenge-menge mulu 🙂

  2. pertama ke Singapura kagum sama kedisiplinan orang sana.. tapi ketika ke Jepang.. orang sana ternyata jauh lebih disiplin dan teratur lagi.

    Klo buat Sy asosiasi utama terhadap jepang adalah.. Kreatif dan Inovatif!! Darn.. 2 pekan di sana Sy termenge-menge mulu 🙂

  3. sip.. memang perlu tuh ‘nengok’ dan blajar ke negara lain.
    salam kenal jg ya mbak *selalu bingung kl manggil temen perempuan di makassar :D*

  4. sip.. memang perlu tuh ‘nengok’ dan blajar ke negara lain.
    salam kenal jg ya mbak *selalu bingung kl manggil temen perempuan di makassar :D*

    1. allow kak…. mau liat2 diblogta… salam blogger makassar…
      dari rizved ( rizved.com ) seorang newbie gila blog…

    1. allow kak…. mau liat2 diblogta… salam blogger makassar…
      dari rizved ( rizved.com ) seorang newbie gila blog…

  5. Setidaknya kita bisa mengambil hikmah dan pembelajaran tentang kedisiplinan dan kesabaran pada orang jepang…meskipun dia kena musibah tp mereka ga berebutan untuk mengambil bantuan

    salam kenal

  6. Setidaknya kita bisa mengambil hikmah dan pembelajaran tentang kedisiplinan dan kesabaran pada orang jepang…meskipun dia kena musibah tp mereka ga berebutan untuk mengambil bantuan

    salam kenal

Comments are closed.