Tag Archives: love

Seeya Pacca !

Seeya Pacca !

20171_1301819831554_2971693_n

Baiklah, ini adalah utang saya yang lama tertunda untuk diselesaikan. Mohon maaf bukan karena gak ada waktu, tapi karena memang saya akhir-akhir ini sedang sibuk memikirkan keselamatan dunia membantu ultraman (alesyaan cyiin.. padahal sih kalo emang disempet-sempetin pasti anulah XD) dan sedang belajar menempatkan kata toleransi di tempatnya yang tepat. Atau sedang lucu-lucunya berusaha keras mengerti kenapa harus ada kata haram yang membuat beberapa dari kami merasa risih lalu rusuh, padahal itu adalah akidah (silahkan cari arti kata dari akidah, saya takut salah XD). Saya jujurkan? Iya dong… Gak kayak kamuh!.

Tapi berhubung janji adalah hutang, dan hutang harus dilunasi karena nanti akan dihisab, mari saya tunaikan janji bakti saya yang terakhir untuk Komunitas Blogger Makassar, Anging Mammiri. Jadi ceritanya, saya ditodong untuk menjanjikan sebuah testimoni sebagai pengurus lama untuk Komunitas Blogger Makassar Anging Mammiri ini.

Read the rest of this entry

Kindness Matters

Kindness Matters

rebloggy2

Saya jadi bingung ketika semua orang mulai berlomba-lomba membeberkan berbagai macam keahliannya dalam berbagai bidang. Saya jadi sedikit termenung dan memikirkan hal-hal apa saja yang telah saya lakukakan sehingga dapat dibanggakan seperti mereka. Ternyata, semakin saya berpikir, semakin saya tidak menemukan apapun di sana. Atau mungkin saja saya iri karena tidak bisa seperti mereka, atau mungkin saya sudah lelah dan berada dalam titik jenuh tentang semua hal ini (ciyeee gaya!). Saya jadi ingin hidup biasa-biasa saja tanpa harus menjadi yang terbaik untuk satu sisi kehidupan ini, yang sifatnya hura-hura… Eh. Atau mungkin saya terlalu menyimpan harapan besar pada sesuatu yang ternyata tidak terlalu besar untuk diharapkan.

Seperti satu hari ketika saya bertemu –sebut saja- Disa, kami menyempatkan diri untuk pergi jalan-jalan sore bersama. Di tengah perjalanan dari utara ke selatan Makassar, kami mengobrolkan apa saja yang tidak sempat kami bicarakan beberapa tahun terakhir. Hingga bercerita tentang apa-apa yang telah kami lewati selama ini. Kata Disa, saya banyak berubah, tapi perubahan yang dikatakannya tidak seperti sebelum-sebelumnya; tambah cantik misalnya atau tambah baik misalnya.
Read the rest of this entry

Tiga Warna Pasir Dari Hawai

Tiga Warna Pasir Dari Hawai

image

Saya begitu bahagia mendapatkan oleh-oleh ini. Buah tangan dari seseorang yang hampir berusaha saya lupakan sepenuh hati. Ya, saya berusaha melupakannya dan berusaha menganggap kehidupan saya akan baik-baik saja tanpa dia, mungkin :). Walaupun saya menyadari ada kesalahan dari hal tersebut, jujur saja saya akan menangis diam-diam bila mengingat apa yang pernah kami jalani bersama; kebahagiaan, kesedihan bahkan cinta dan ketulusan.
Lalu, hanya karena satu dan lain hal membuat kesalah-pahaman diantara kami itu semakin menjadi-jadi. Maka semuanya pun begitu mengesalkan untuk dikenang. Walaupun sejauh yang saya tahu, saya menyadari, saya bukanlah orang yang terlalu mudah terjebak dalam kemarahan untuk beberapa hal sepele atau bahkan berat sekali pun. Tapi akan sulit menerima bahwa semuanya akan baik-baik saja jika memang benar amat menganggu. Hingga saya pun memutuskan untuk tidak lagi akan mau peduli dengannya, bahkan melupakannya. Ternyata, saya tidak dapat membohongi perasaan ini, saya bersedih, terlalu bersedih hingga menguras energi :(. Ya, saya bersedih karena akan kehilangan satu orang menyenangkan sekaligus menjengkelkan yang pernah saya kenal, sahabat.

Lalu berceritalah dia tentang bagaimana suka cita dan bersemangatnya dia mengumpulkan pasir dengan tiga warna berbeda, juga dari tiga pulau yang berbeda di kepulauan Hawai, dan akan dibawanya serta saat berkunjung kembali ke Indonesia.
Sungguh saya pun bengong dan haru dibuatnya XD.

Terima kasih…

Cantik (?)

Cantik (?)
demilked

photo : demilked

Mungkin tak ada kata yang lebih menyakitkan di telinga kita sebagai perempuan daripada ucapan “Kamu tidak cantik”, “Kamu tidak menarik” atau “Kamu jelek!”. Dear kamu, disadari atau tidak, seringkali kita berusaha untuk terlihat cantik dan jauh lebih menarik. Hal ini membuat kita, tanpa disadari kerap kali menghabiskan uang yang tidak sedikit untuk mempercantik diri.

Cantik juga terkadang dikait-kaitkan oleh usia. Jujur saja, kamu pasti senang ketika ada yang mengatakan bahwa kamu terlihat awet muda, lebih cantik dari kebanyakan orang pada usia yang sama. Dan sebaliknya akan merasa sedih ketika orang mengatakan kamu terlihat jauh lebih tua dari umurmu yang sebenarnya, wajahmu kusam, suram, hitam, berdebu, bersisik dan penuh kulit mati XD. Read the rest of this entry

Manisnya Macaroon (purse) Dan Sepotong Senja Di Karebosi

Manisnya Macaroon (purse) Dan Sepotong Senja Di Karebosi

cats

Hampir tidak mungkin saya akan menghabiskan waktu sambil menikmati senja di salah satu sudut lapangan ini, Karebosi. Jika tidak untuk menunggu jemputan. Sabtu itu saya memang ada undangan untuk mengisi kelas craft yang kebetulan diadakan di Karebosi yang berakhir hingga sore hari. Sisi lain kehidupan saya yang membuat saya bahagia tentunya.

Maka berterima kasihlah saya kepada Dini (dini.erha – momenio), yang telah membiarkan saya menggantikannya hari itu. Kelas craft kali ini adalah membuat Macaroon Purse, menggunakan tutup galon dan tetra pack juga kain-kain cantik. Sehari sebelumnya saya memang telah menyediakan kain-kain cantik dari koleksi saya untuk kelas ini. Saya juga menyediakan charm spesial sebagai hadiah kepada para peserta tentunya.

Sayangnya, saya kekurangan ritsleting. Ritsleting yang saya punya adalah ritsleting besi yang kurang cocok untuk proyek kali ini, sebab sering nyangkut dan membuat macaroon susah terbuka. Maka sebelum saya menuju tempat kelas tersebut akan berlangsung, saya mampir di rumah tante saya. Di sana beliau pasti memiliki ritsleting karena memang memerima jahitan. Tanpa sungkan saya pun mengambil banyak ritsleting tanpa menghitungnya yang disambut dengan ekspresi aneh tante saya. Dan sebelum beliau bereaksi lebih aneh lagi atau berubah pikiran, sesegera mungkin saya berpamitan XD.

Sampai di lokasi, saya sempat kebingungan menemukan booth Sekolah Alam Bosowa tempat saya akan membuka kelas. Setelah mengandalkan insting dan reka tempat kejadian (#pret) saya menemukan satu sudut berwarna-warni dengan aura keceriaan dimana-mana, nah disanalah tempat saya seharusnya :D. Bahagianya saya dapat bertemu dengan kak Yuni -yang memang melalui dia lah saya berhubungan untuk kelas ini-, pemilik akun Yufinats. Taraaaa! Saya memang selalu ingin bertemu dengan kak Yuni, setelah selama ini hanya dapat menikmati karya-karyanya hanya dari akun instagram miliknya.

Sangking takjubnya saya sampai lupa dengan tujuan saya sebenarnya berada di tempat itu (ya begitulah jika emak-emak bertemu idola XD).

Akhirnya saya pun memulai kelas pertama dengan peserta dua orang ibu muda yang cantik-cantik. Selain cantik mereka juga gak rese loh. Padahal, sejauh perjalanan hidup saya, biasanya ( biasanya loh yah) ibu-ibu muda (yang merasa) cantik memiliki kekuatan alam yang cukup menyebalkan (sombong, lebay dan sering lose focus), tapi tidak dengan mereka. Saya pun senang mengajarnya. Dan yang lebih menggembirakan, kami hanya membutuhkan waktu lebih kurang satu setengah jam untuk menyelesaikan kelas pertama dari estimasi waktu 2 jam, yaiiiy \m/.

Lalu dikelas kedua saya memiliki 3 peserta, mereka adalah anak-anak yang amat menyenangkan dan kritis. Sangking kritisnya mereka mengakhiri kelas dengan tempelan double tape dimana-mana, bahkan di wajah Eka, teman saya. Dan anak-anak bersemangat tadi membiarkan saya menyelesaikan macaroon purse kerjaan mereka, haha… *kandattosatu-satu.

Lalu, dimanakah sang pacar yang sedari tadi saya tunggu untuk menjemput saya? Sementara hari akan menggelap dia tak kunjung datang :P. Beruntung dalam penantian itu saya tidak sendiri, ada seseorang teman- yang terus terang saya kagumi, sebut saja namanya Eka, menemani saya menunggu hingga saya dijemput oleh sang pacar. Read the rest of this entry

My Pleasure Rio

My Pleasure Rio
photo : dini.erha

photo : dini.erha

Sejak dulu saya selalu menyukai anak kecil. Bagaimana-pun model mereka, selalu ada kebeningan dalam matanya. Itu yang membuat saya selalu takjub hingga saat ini. Dan sekarang, ketika berhasil dititipi dua bayi dengan mata yang tak kalah beningnya, semakin membuat saya senang memperhatikan mata-mata bayi. Saya selalu bahagia memperhatikan mata mereka, itulah sebabnya kenapa saya begitu menyukai bayi dan balita. Walaupun tak jarang berakhir dengan tangisan mereka. Entahlah, padahal terkadang saya tidak menyentuh mereka sedikitpun T_T.

Terakhir, saya menjadi kagum oleh mereka-mereka yang mempunyai anak cowok (tolong yah, saya ndak perlu komentar atau saran untuk menambah anak cowok lagi. Jadi, jangan pernah katakan atau menyarankan hal tersebut! *tiba-tiba galak) sebab, seru saja rasanya melihat mereka main mobil-mobilan atau sholat jama’ah pake kostum batman. Atau mungkin hal ini disebabkan karena saya sudah terlalu jenuh mengurus, Tila, Masya, Bebob, Lulu, Erika, Sofia, dan entah berapa banyak lagi anak angkat anak-anak saya yang mereka ajak serta ketika hendak tidur dan membuat tempat kami tidur penuh.

Lalu siapakah Rio itu?. Dia seorang pemuda tampan yang lembut sekali. Saya tidak pernah menyadari sebelumnya bahwa Rio seorang gentleman. Read the rest of this entry