Rasa Yang Selalu Ada

wp2

Dan kak Ira Puspita pun mengajak saya untuk bergabung dalam Komunitas Blogger Makassar, AngingMammiri . Di sana kami mengalami banyak petualangan seru.

Blog merupakan singkatan dari web log adalah bentuk aplikasi web yang berbentuk tulisan-tulisan ( yang dimuat sebagai posting ) pada sebuah halaman web. Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urutan terbalik ( isi terbaru dahulu sebelum diikuti isi yang lebih lama ), meskipun tidak selamanya demikian. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut – Wikipedia.

Di sini ini, semua begitu menyenangkan, meski waktu berlalu tanpa terasa, kemudian masing-masing dari kami sibuk dengan kehidupan nyata, tapi pada akhirnya ingatan tentang sebuah rumah yang nyaman membuat kami ingin pulang dan berkumpul kembali. Pernahkah kamu berpikir untuk melakukan hal yang menyenangkan tanpa harus melibatkan orang lain? Mungkin pernah, tapi tahukah kamu jika dengan melibatkan banyak orang, kamu akan mendapatkan kebahagiaan lebih dari yang kamu dapat pikirkan selama ini.

Continue reading “Rasa Yang Selalu Ada”

Piknik (yang selalu) Asyik Bersama Anging Mammiri

Moldiv_1415532665998

Hari ini Zahra dan Faiza berjanji bangun lebih awal, setelah sehari sebelumnya diiming-imingi akan pergi mengunjungi arena bermain air, Bugis Waterpark.

Kakak-beradik yang ajaib ini memang susah sekali diajak bangun pagi, bagaimana tidak, jam tidurnya hampir tidak pernah dibawah jam 12 malam ( kalah-kalahmi tukang ronda -..- ).

Dan pagi ini, ternyata mereka ingkar, buktinya mereka masih tidur pulas, bahkan setelah sempat sebelumnya bangun sebentar kemudian melanjutkan tidurnya. Akhirnya mau tidak mau pemaksaan-pun terjadi, lalu dengan masih separuh nyawa dan jalan yang sempoyongan mereka berusaha tegar melewati pagi ini. Turun dari tempat tidur, memakai sandal dekil mereka, naik ke mobil, lalu kembali tidur XD.

Continue reading “Piknik (yang selalu) Asyik Bersama Anging Mammiri”

Surat Untuk Paccarita

ungatawwa

Dear Pacca, Tidak terasa ya, tahun ini kamu sudah berumur 7 tahun. Rentang itu bukanlah waktu yang singkat dan hal yang mudah untuk aku bersamamu melaluinya. Ada banyak cerita yang mungkin bisa aku kenang jika tidak bersamamu lagi.
Aku memang tidak ikut dalam proses melahirkamu, atau mungkin sekedar khawatir dengan proses kelahiranmu. Aku berjumpa denganmu ketika engkau sudah mulai belajar berjalan, dua atau tiga langkah kecil. Tapi tak mengapa, aku sudah cukup senang berkesempatan mengganti popokmu atau memandikanmu dan mungkin mengajakmu jalan-jalan sore lalu menangkap kecebong di got depan rumah Pak RT.

Ya, tidak banyak yang bisa aku lakukan untukmu. Apalagi ketika aku mempunyai anak di tahun ke-empat kebersamaan kita. Ada kekhawatiran yang berlebih jika aku tidak bisa berbagi lagi denganmu. Atau mungkin akan ada ruang dan jarak yang tercipta untukmu.

Maaf, bukan berarti meng-anak tirikan kamu. Tapi itulah kehidupan, akan terus berjalan.
Berjalan seperti umur yang terus bertambah, waktu yang tidak berhenti ataupun tanggalan yang selalu berganti. Tapi ingatlah mereka terus melaju, terus kedepan. Maju dan tidak mundur !.

Continue reading “Surat Untuk Paccarita”